Oleh: Pasi Tanjung
Pranata Komputer Ahli pada Tim Kerja Humas Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan
Perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah pelayanan publik secara signifikan. Kecepatan dan kemudahan akses informasi kini menjadi tuntutan utama masyarakat. Namun, di balik tuntutan tersebut, terdapat kebutuhan yang tidak kalah penting, yaitu komunikasi yang ramah, menenangkan, dan manusiawi. Masyarakat tidak hanya ingin dilayani dengan cepat, tetapi juga ingin merasa dipahami dan dihargai.
Dalam konteks inilah kehadiran AIOHUMAS Versi 3.0 menjadi relevan. Aplikasi ini bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan sebuah ikhtiar menghadirkan pelayanan publik yang lebih humanis di era kecerdasan buatan.
Sejak awal dikembangkan, AIOHUMAS merupakan bagian dari komitmen Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan dalam memperkuat komunikasi publik. Versi 1.0 hadir sebagai penyedia informasi berbasis database internal. Versi 2.0 yang diluncurkan pada Februari 2025 mulai memanfaatkan teknologi AI sebagai asisten digital, meskipun perannya masih terbatas dan bersifat pasif.
Memasuki tahun 2026, AIOHUMAS berevolusi melalui Versi 3.0 dengan mengusung konsep AI Humanis. Pada fase ini, kecerdasan buatan tidak lagi hanya berfungsi sebagai mesin pencari jawaban, tetapi mulai memahami konteks, membaca nada pesan, dan menyesuaikan gaya komunikasi dengan kondisi pengguna.
Teknologi yang Tidak Kehilangan Rasa
Salah satu kelemahan layanan digital berbasis bot selama ini adalah kesan kaku dan dingin. Jawaban yang diberikan sering kali benar secara data, namun kurang menyentuh sisi emosional masyarakat. AIOHUMAS 3.0 berupaya menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan empati dalam komunikasi.
Ketika masyarakat menyampaikan pertanyaan atau keluhan dengan nada cemas, bingung, atau mendesak, AIOHUMAS tidak lagi merespons dengan bahasa birokrasi yang formal dan kaku. Sistem akan menyusun kalimat yang lebih sopan, menenangkan, dan solutif. Gaya bahasa disesuaikan agar pengguna merasa didengar dan diperhatikan.
Pendekatan ini sejalan dengan nilai-nilai Kementerian Agama yang menjunjung tinggi kemanusiaan, moderasi, dan keteduhan. Dalam hal ini, AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia, melainkan menjadi perpanjangan nilai-nilai kemanusiaan dalam ruang digital.
Mitra Strategis Kehumasan
Bagi dunia kehumasan, kehadiran AIOHUMAS 3.0 memberikan dampak yang signifikan. Layanan informasi yang bersifat teknis dan berulang kini dapat ditangani oleh sistem AI, sehingga praktisi humas memiliki ruang lebih luas untuk fokus pada pengelolaan isu, komunikasi kebijakan, serta penguatan citra dan kepercayaan publik.
Selain itu, database internal yang selama ini terkesan rumit dan birokratis kini diolah menjadi narasi yang lebih mudah dipahami masyarakat. Hal ini membantu menjembatani jarak antara regulasi dan publik, sekaligus memperkuat peran humas sebagai penghubung institusi dengan masyarakat.
Menuju Standar Baru Pelayanan Publik Digital
Pengakuan nasional melalui Humas Award Kemenag RI tahun 2025 menjadi bukti bahwa inovasi AIOHUMAS berada di jalur yang tepat. Namun, AIOHUMAS 3.0 menegaskan bahwa inovasi tidak berhenti pada capaian, melainkan terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.
Transformasi AIOHUMAS dari sekadar penyedia data menjadi asisten digital yang empatik menunjukkan bahwa masa depan pelayanan publik digital bukan hanya tentang kecanggihan teknologi, tetapi juga tentang etika, empati, dan keadaban komunikasi.
AIOHUMAS 3.0 adalah langkah menuju pelayanan publik yang cepat, akurat, sekaligus hangat dan manusiawi. Sebuah ikhtiar menghadirkan negara yang lebih dekat dan lebih peduli melalui teknologi.