⭐ KEMENAG SUMSEL LUNCURKAN AIOHUMAS VERSI 3.0: LAYANAN LEBIH HUMANIS & BEREMPATI ⭐ KEMENAG BUKA PENDAFTARAN KEBERADAAN PESANTREN 1 JANUARI 2026 ⭐ PENDAFTARAN SELEKSI NASIONAL MURID BARU PADA MADRASAH UNGGULAN DIBUKA HINGGA AWAL FEBRUARI 2026 ⭐ KEMENAG SUMSEL LUNCURKAN AIOHUMAS VERSI 3.0: LAYANAN LEBIH HUMANIS & BEREMPATI

Search

Bangun Kesadaran Religius Berwawasan Lingkungan, MAN 1 Banyuasin Luncurkan Program Ekoteologi

Bangun Kesadaran Religius Berwawasan Lingkungan, MAN 1 Banyuasin Luncurkan Program Ekoteologi

Banyuasin (Kemenag Sumsel) ---

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyuasin menegaskan posisinya sebagai pelopor institusi pendidikan berbasis lingkungan dengan meluncurkan program Ekoteologi, Jumat (6/2/2026). Peluncuran ini ditandai dengan aksi penanaman pohon secara simbolis yang melibatkan jajaran pimpinan daerah dan lintas sektoral Kabupaten Banyuasin.

Hadir memberikan dukungan penuh dalam acara tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuasin Zazili Mustopa, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuasin Abadil, serta Camat Banyuasin III. Kehadiran para pejabat ini memperkuat sinergi antara nilai-nilai keagamaan dengan pelestarian alam di lingkungan pendidikan.

Program Ekoteologi digagas untuk membangun paradigma baru di kalangan siswa bahwa menjaga alam adalah bagian tak terpisahkan dari ibadah. Kepala Kantor Kemenag Banyuasin, Abadil, dalam sambutannya menekankan pentingnya kesadaran religius yang berdampak pada lingkungan.

“Ekoteologi bukan sekadar menanam pohon, tapi menanam kesadaran bahwa menjaga alam adalah perintah Tuhan. MAN 1 Banyuasin kami harapkan menjadi pelopor madrasah hijau di Sumatera Selatan,” ujar Abadil dengan penuh optimisme.

Apresiasi tinggi juga datang dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuasin Zazili Mustopa. Ia menilai keterlibatan aktif siswa dalam menghijaukan madrasah akan memberikan dampak ekologis jangka panjang, terutama bagi kualitas udara dan ketersediaan air tanah di wilayah Banyuasin III.

Selain aksi penanaman bibit pohon pelindung dan buah di area madrasah, kegiatan ini juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pihak madrasah dan instansi terkait. Langkah ini diambil guna memastikan keberlanjutan program Madrasah Asri di masa depan.

Kepala MAN 1 Banyuasin Junaidi berharap melalui program Ekoteologi ini, para siswa tidak hanya tumbuh unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dalam menjaga ekosistem. Dengan lingkungan sekolah yang rindang dan hijau, diharapkan suasana belajar mengajar menjadi lebih nyaman dan inspiratif bagi seluruh warga madrasah.

(Humas MAN 1 Banyuasin)

 

e-Saran
Bantu Kami Berkembang
AIOHUMAS
Tanyo AIOHUMAS