Palembang (Kemenag Sumsel) —
Salah satu upaya membangun citra positif di mata masyarakat adalah dengan memberikan pelayanan prima. Untuk mewujudkannya, MTsN 1 Palembang terus memperkuat profesionalisme pegawai melalui pembinaan rutin sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Pembinaan kembali dilaksanakan melalui rapat yang berlangsung di ruang Tata Usaha madrasah, Senin (6/4/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala MTsN 1 Palembang, Listya Yustikarini, didampingi Kepala Tata Usaha H. Sofiyan, dan diikuti seluruh pegawai.
Dalam arahannya, Kepala Madrasah menegaskan pentingnya menjunjung tinggi integritas serta melaksanakan tugas dan fungsi secara optimal. Menurutnya, pelayanan yang ramah, cepat, dan penuh tanggung jawab merupakan harapan setiap orang tua dan wali murid sebagai mitra strategis madrasah.
“Kami meminta seluruh pegawai lebih bersemangat dan kembali mencermati uraian tugas masing-masing agar lebih fokus dalam memberikan pelayanan. Apa yang Bapak dan Ibu kerjakan adalah kewajiban atas hak yang diterima. Jangan selalu menghitung secara materi, karena dalam pelayanan terdapat nilai ibadah,” ujar Listya.
Ia juga mengingatkan bahwa pekerjaan yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan kedisiplinan akan berdampak positif, baik bagi pegawai itu sendiri maupun bagi lembaga. Menurutnya, kepuasan masyarakat menjadi salah satu indikator keberhasilan pelayanan.
“Kedisiplinan itu tanpa harus diawasi, bekerja tanpa harus diperintah, dan tanggung jawab tidak harus diminta,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Tata Usaha H. Sofiyan menyampaikan bahwa setiap pegawai telah menyusun program kerja dan analisis jabatan sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan amanah, baik sebagai ASN maupun tenaga honorer. Dengan memahami tugas secara menyeluruh, pegawai akan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk menegakkan integritas dalam pelayanan. Pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan apabila terdapat pegawai yang mencoba mengambil keuntungan dan menyalahgunakan wewenang dalam memberikan layanan.
“Bekerjalah secara optimal tanpa mengharapkan imbalan. Setiap pegawai sudah memiliki hak masing-masing, maka jalankanlah amanah dengan jujur dan benar,” tegasnya.
(Teguh)