⭐ KEMENAG SUMSEL LUNCURKAN AIOHUMAS VERSI 3.0: LAYANAN LEBIH HUMANIS & BEREMPATI ⭐ KEMENAG BUKA PENDAFTARAN KEBERADAAN PESANTREN 1 JANUARI 2026 ⭐ PENDAFTARAN SELEKSI NASIONAL MURID BARU PADA MADRASAH UNGGULAN DIBUKA HINGGA AWAL FEBRUARI 2026 ⭐ KEMENAG SUMSEL LUNCURKAN AIOHUMAS VERSI 3.0: LAYANAN LEBIH HUMANIS & BEREMPATI

Search

MIN 2 Kota Palembang Ikuti Pembekalan Ilmiah dan Spiritualitas Penguatan Ekoteologi

MIN 2 Kota Palembang Ikuti Pembekalan Ilmiah dan Spiritualitas Penguatan Ekoteologi

Balai Diklat Keagamaan Palembang Gelar Kegiatan Penguatan Ekoteologi Kementerian Agama, MIN 2 Kota Palembang Ikuti Pembekalan Ilmiah dan Spiritualitas

Palembang Kemenag Sumsel

Balai Diklat Keagamaan Palembang menyelenggarakan kegiatan Penguatan Ekoteologi Kementerian Agama yang dilaksanakan di Aula Balai Diklat Keagamaan Palembang, Sabtu (28/02). Acara ini dimulai pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh peserta yang terdiri dari kepala madrasah negeri, waka kurikulum, serta penyuluh agama Islam dari lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Palembang. 

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Balai Diklat Keagamaan Palembang didampingi tim narasumber dari berbagai unit pendidikan keagamaan. Acara ini merupakan bagian dari upaya strategis Kementerian Agama dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan kesadaran lingkungan hidup melalui pendekatan ekoteologi sebuah disiplin yang mengeksplorasi hubungan antara teologi dan pelestarian lingkungan.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai institusi, termasuk 2 orang dari MIN 2 Palembang, 11 orang penyuluh agama, serta perwakilan dari MAN dan MTs Negeri Palembang, dengan total keseluruhan 25 orang peserta sesuai daftar panggilan peserta yang terlampir.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala MIN 2 Kota Palembang, Ibu Siti Ajnaimah bersama Koordinator Kurikulum Madrasah, Ibu Risnaini yang menyatakan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini.

Menurut Ibu Siti Ajnaimah, kegiatan ini bukan hanya meningkatkan wawasan akademik, tetapi juga menanamkan tanggung jawab moral sebagai pendidik dan pemimpin madrasah dalam menjaga lingkungan hidup. Ia mengatakan, “Dengan mengikuti kegiatan ini kami berharap nilai-nilai ekoteologi dapat diimplementasikan dalam kehidupan pembelajaran di madrasah sehingga siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli terhadap bumi sebagai amanah Ilahi.”

Agenda inti kegiatan mencakup sesi materi tentang konsep dasar ekoteologi, filosofi hubungan manusia dengan lingkungan menurut perspektif agama, dan strategi integrasi nilai tersebut dalam kurikulum pendidikan madrasah.

Dalam sesi panel, narasumber menjelaskan bahwa ekoteologi telah menjadi salah satu landasan penting dalam implementasi moderasi beragama dan pelestarian lingkungan, yang tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga spiritual dan etis dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu narasumber menyampaikan bahwa krisis lingkungan tidak semata-mata persoalan ilmiah, tetapi juga merupakan tantangan moral dan spiritual manusia. Pandangan tersebut selaras dengan proporsi ajaran Islam yang menempatkan manusia sebagai khalifah fil ardh (pengelola bumi) yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan ciptaan Tuhan.

Kegiatan ini juga memuat sesi diskusi interaktif di mana para peserta aktif berdialog dan berbagi pengalaman mengenai tantangan dan peluang implementasi ekoteologi di lingkungan pendidikan dan masyarakat luas.

Salah satu fakta menarik yang dikemukakan dalam diskusi adalah pentingnya memperkenalkan ekoteologi sejak dini melalui pendidikan formal, karena menurut penelitian interdisipliner, integrasi ekoteologi dalam pendidikan Islam dapat memperkuat pemahaman siswa tentang hubungan antara ajaran agama dan pelestarian lingkungan, serta mendorong praktik nyata seperti pengelolaan sampah dan konservasi energi.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya peran moderasi beragama sebagai pendekatan untuk menyikapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Moderasi beragama meliputi peningkatan kesadaran saling menghormati antar-umat beragama sekaligus menghormati ciptaan Tuhan.

Para peserta wajib membawa surat tugas dari pimpinan unit masing-masing sebagai syarat administrasi, dan mereka diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai agar mendapatkan pemahaman yang komprehensif.

Selain itu, panitia juga menyiapkan penggantian biaya transportasi dalam kota berdasarkan pedoman DIPA Balai Diklat Keagamaan Palembang, sebagai upaya mendukung partisipasi aktif semua peserta.

Kegiatan ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek teori, tetapi juga dilengkapi dengan rencana tindak lanjut berupa pengembangan program di institusi masing-masing, termasuk pembentukan kelompok kerja internal madrasah untuk menyusun strategi integrasi nilai ekoteologi dalam kegiatan pembelajaran.

Peserta juga diingatkan untuk mendaftarkan diri melalui registrasi yang disediakan oleh panitia di lokasi, yang merupakan salah satu syarat administratif untuk mengikuti sesi materi dan diskusi.

Dalam sesi penutup, panitia menegaskan kembali bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi prioritas program nasional Kementerian Agama, sebagaimana tertuang dalam berbagai pedoman dan kebijakan prioritas pembangunan spiritual dan ekologis bangsa.

Acara diakhiri dengan foto bersama dan penyampaian sertifikat kepada seluruh peserta yang menunjukkan telah mengikuti kegiatan secara penuh.

Kegiatan semacam ini dinilai penting oleh banyak pihak karena tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga mendorong kontribusi nyata peserta dalam pelestarian lingkungan di lingkungan pendidikan dan komunitas.

Pendekatan ekoteologi kini semakin digalakkan di berbagai wilayah Indonesia sebagai respons terhadap tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan, termasuk melalui gerakan penanaman pohon dan aksi ramah lingkungan lainnya yang berakar pada nilai keagamaan.

Dengan demikian, kegiatan Penguatan Ekoteologi ini menjadi wadah strategis bagi para pendidik, pemimpin pendidikan, dan ASN untuk memperluas peran mereka tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial dan lingkungan yang mengakar pada nilai keagamaan.

Para peserta diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk dikembangkan di wilayah kerja masing-masing demi mewujudkan keseimbangan antara pembangunan manusia dan pelestarian alam di era modern ini. (an)

e-Saran
Bantu Kami Berkembang
AIOHUMAS
Tanyo AIOHUMAS