Palembang (Kemenag Sumsel) ---
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sako terus berbenah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pada Selasa (03/03/2026), KUA Sako menggelar rapat pembinaan internal yang difokuskan pada penguatan profesionalisme pegawai dan transformasi dakwah di ruang digital.
Rapat yang berlangsung di ruang kerja KUA Sako ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Sako, Parhan, serta diikuti oleh jajaran penghulu, penyuluh agama, dan staf pelaksana. Dalam arahannya, Parhan menekankan bahwa KUA harus bertransformasi menjadi institusi yang "Berdampak". Artinya, kehadiran KUA tidak hanya terbatas pada urusan administratif pernikahan, tetapi harus dirasakan manfaatnya secara luas dalam bidang sosial keagamaan.
“Peningkatan kualitas layanan harus dimulai dari kedisiplinan serta semangat melayani dengan hati. KUA Berdampak berarti kehadiran kita benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Parhan.
Salah satu poin krusial dalam pembinaan ini adalah dorongan bagi para penyuluh agama untuk lebih adaptif terhadap teknologi. Parhan meminta para penyuluh tidak hanya terpaku pada dakwah konvensional di majelis taklim, tetapi juga aktif mengisi ruang media sosial.
Para penyuluh didorong untuk memanfaatkan platform seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp sebagai sarana menyampaikan tausiyah singkat dan edukatif, konten kutipan ayat dan hadits yang menyejukkan, video kajian berdurasi pendek, serta informasi layanan keagamaan yang transparan.
Kepala KUA Sako menegaskan bahwa aktivitas dakwah digital ini bukan sekadar imbauan, melainkan akan dipantau secara langsung sebagai bagian dari evaluasi kinerja dan pembinaan berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk memastikan masyarakat, terutama generasi muda, mendapatkan asupan konten religi yang positif dan akurat.
Melalui pembinaan ini, diharapkan seluruh pegawai KUA Sako memiliki kesatuan visi dalam menghadirkan pelayanan yang inovatif, responsif, dan memberikan dampak nyata bagi kebutuhan masyarakat di wilayah Kecamatan Sako.
(KUA Sako/Humas Palembang)