Jumat, 27 Januari 2017, 08:12

Cegah HOAX, Kemenag Sumsel Terapkan Tata Kelola Keamanan Informasi

Palembang, Inmas.

Maraknya pemberitaan terkait 'berita palsu' alias Hoax akhir-akhir ini di berbagai media online dan media cetak tidak luput dari pemikiran dan kajian dari Tim TIK Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan. Untuk mencegah Hoax ini, tim telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi dengan menerapkan Tata Kelola Keamanan Informasi atau yang lebih dikenal dengan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI). Sistem ini, diyakini bisa mencegah atau menghindari penyebaran informasi atau berita hohong alias hoax di dunia maya.

Pencegahan berita Hoax ini, para Satuan Kerja di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan diharapkan menerapkan langkah-langkah antisipatip secara pro aktif, terutama penyebaran informasi keagamaan melalui standar operasional prosedur yang mengacu pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan H. M. Alfajri Zabidi, MM., M.Pd.I, didampingi Kasubbag Inmas, H. Saefudin Latief, S.Ag, M.SI. saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keamanan Informasi di Hotel Azza, Minggu(22/1) mengharapkan setiap Satuan Kerja berhati-hati saat menyampaikan informasi terkait kerahasiaan dalam lingkungan kerjanya terutama pemanfaatan media sosial.

"Tujuan Bimtek SMKI ini diharapkan para pejabat di setiap Satker dapat berhati-hati saat memberikan informasi terkait kerahasiaan dalam lingkungan kerjanya itu sendiri, terutama dalam penggunaan Media Sosial yang benar-benar resmi milik SATKER,"ujar Alfajri.

Sementara itu Kasubbag Informasi dan Humas H. Saefudin, S.Ag.,M.Si selaku Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Unit Kanwil mengatakan, sudah saatnya para Satuan Kerja termasuk Kanwil Kemenag Sumsel untuk menerapkan standar keamanan informasi sebagai antisipasi maraknya pemberitaan palsu di dunia maya. Ia berharap Satker harus menerapkan standar keamanan sebelum informasi di publish ke masyarakat baik secara offline maupun online.

"Menyikapi maraknya penyebaran berita palsu di dunia maya akhir-akhir ini, kita Kanwil sudah mensosialisasikan penerapan tata kelola keamanan informasi bagi satuan kerja dilingkungan Kemenag Sumsel,"ujar Saefudin dihadapan 50 peserta kegiatan Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keamanan Informasi di Hotel Azza, Selasa(24/1).

Menurutnya, salah satu langkah yang tepat dalam menangkal berita palsu adalah menerapkan standar publikasi informasi publik, terutama bagi satuan kerja yang ada di bawah naungan Kementerian Agama Propinsi Sumatera Selatan. Penyebaran informasi khususnya informasi keagamaan harus melalui tahapan-tahapan yang ketat, dan tidak sembarang publikasi saja. Ada standar operasional publikasi harus dilalui, mulai dari tahap pencatatan informasi, tahap verifikasi informasi, tahap digitalisasi, tahap upload dan terakhir tahap publikasi.

"Ada lima tahapan yang harus dilakukan para pegawai yang ditunjuk untuk publikasi informasi ke media online, yaitu registrasi, verifikasi, digitalisasi, upload dan baru publikasi informasi,"terang Saefudin.

Sekarang ini, menurutnya pengguna internet semakin mudah menyebarkan informasi, bahkan tidak jarang informasi palsu alias hoax pun bisa menjadi viral dan menipu banyak orang. Untuk mencegah hal itu, selain peran pemerintah, pengguna internet harus bisa mengontrol diri mereka sendiri. Untuk itu, Kanwil Kemenag Sumsel sudah menyiapkan berbagai dokumen Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) yang mengacu pada standar nasional yaitu SNI 27001:2009.

SNI ini diharapkan mampu menjadi salah satu solusi agar para pengguna internet terutama di Satuan Kerja dilingkungan Kemenag Sumsel tidak melakukan hal-hal yang merugikan pihak-pihak lain atau dirugikan sendiri atas maraknya berita palsu alias Hoax. Dokumen SMKI ini diharapkan mampu menertibkan dalam hal pengelolaan informasi yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan, dan juga sebagai antisipasi penyalahgunaan piranti TIK termasuk penggunaan media sosial, website, jejaring sosial dan sebagainya.

"Penggunaan media sosial sebagai media informasi dan komunikasi pada Satuan Kerja akan ditertibkan apalagi media sosial yang mengatasnamakan milik Satuan Kerja,"tegas Saefudin lagi.

Terkait penggunaan media sosial, jejaring sosial dan grup-grup yang mengatasnamakan satuan kerja diharapkan mulai menertibkan melalui penetapan surat keputusan dari Pimpinan Satker masing-masing. Hal ini untuk menjamin komunikasi dan informasi yang disampaikan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya karena sumber informasinya jelas dan tidak palsu. Untuk itu, Saefudin meminta kepada para peserta Bimtek SMKI melakukan sosialisasi dan inventarisasi terhadap aplikasi-aplikasi media sosial dan jejaring sosial yang ada.

"Saya minta kepada seluruh pengelola TIK Satker segera mensosialisasikan dan menginventarisir media sosial dan jejaring sosial yang ada di satuan kerja. Dan untuk kelengkapan dokumen SMKI silahkan koordinasi dengan tim kita di Subbag Inmas,"pintanya.

Menyikapi hal tersebut, salah satu Tim TIK Kanwil Kemenag Sumsel M. Akhfasyi, S.Kom mengatakan sudah menyiapkan kelengkapan dokumen SMKI. Dokumen ini, menurutnya terdiri atas tiga tingkatan dokumen, yaitu kebijakan, prosedur dan petunjuk teknis atau formulir.

"Kita sudah siapkan dokumen SMKI sebanyak 23 formulir, ditambah dengan dokumen SMKI yang lain yang berisi klausul-klausul sesuai dengan standar nasional Indonesia yang mengacu pada SNI ISO/IEC 27001:2009,"terang bapak yang akrab dipanggil Pasi ini.

Namun untuk melaksanakan itu semua, ia meminta kepada seluruh pengelola TIK proaktif dan serius dalam penerapan tata kelola keamanan informasi. Sebab menurutnya, saat ini kebutuhan standar keamanan informasi sangat dibutuhkan bagi Satuan Kerja terutama publikasi informasi.(p451)

Berita Lainnya
Sabtu, 29 April 2017, 12:40

MAN Arahan Sosialisasikan PPDB Di SMPN 1 Merapi Selatan

Sabtu, 29 April 2017, 11:56

Panitia Bagikan Nomor Peserta UNKP

Sabtu, 29 April 2017, 11:36

Komite Rencanakan Penambahan Tinggi Pagar Madrasah

Sabtu, 29 April 2017, 11:23

MIN 1 Adakan Try Out Agama

Sabtu, 29 April 2017, 11:15

MTsN Kota Batu Rapat Final Jelang Pelaksanaan UNKP 2017