Selasa, 10 Juli 2012, 15:13 – Pendis & Madrasah
UJI KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH DENGAN SOAL PSIKOTES

Palembang-Humas,Ujian masuk S.2 (Pascasarjana) ternyata tidak mudah. Soalnya lumayan berat dan cukup menantang . Selain tes pengetahuan Akademik ada juga tes wawasan Islam. Selain itu peserta juga di tes memecahkan masalah dengn soal psikotes (bermain logika). Hal ini di ungkapkan Novra, salah satu calon mahasiswa S.2 IAIN Raden Fatah Palembang yang baru saja selesai ikut tes bersama 4 guru lainnya, Selasa, 10 Juli 2012

Novra dan rekan-rekannya berbagi pengalaman menjawab soal tes yang baru saja di laluinya itu. Ia bercerita kepada teman sekantornya, Teguh sekaligus berbagi pengalaman menyelesaikan soal-soal psikotes bergambar. Menurutnya tes semacam itu dapat mengetahui tingkat kecepatan dan kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah.

“Saya sudah beberapa kali menemui soal psikotes semacam ini dan pada tes S.2 di IAIN saya jumpai juga soal yang hampir-hampir sama. Waktu tes polisi dulu juga ada soal seperti ini dan saya tertarik untuk menjawabnya” ujarnya sambil mengajari bagaimana trik menyelesaikan psikotes tersebut

Lebih lanjut, ia mengatakan wajar kalau lulusan S.2 pintar-pintar dan daya pikir serta nalarnya sangat bagus karena dari soal masuknya saja sudah terbilang tinggi dan kebanyakan soal-soalnya mengasah imajinasi dan daya tangkap yang tinggi. Contohnya saja pada bagian soal psikotesnya. “Kalau kita tidak paham apa maksud gambar-gambar yang ada jangan harap bisa menjawab di jawabpun pasti asal-asalan” masih kata Novra

Soal-soal seperti itu cocoknya untuk orang psikotes tapi untuk kalangan dunia pendidikan juga sangat bagus. Guru yang memiliki daya tangkap tinggi serta imajinasi yang tajam memberikan dampak yang baik untuk tugas-tugasnya. Tentunya mengajar juga harus tanggap dan pintar.

“Soal-soal seperti ini juga cocok untuk seorang BK dimana setiap hari di hadapkan dengan masalah siswa, dan masalah lainnya. Kemampuan menjawab soal psikotes bisa menunjukan seberapa hebat orang tersebut memecahkan masalah” lanjutnya

Novra sendiri adalah seorang guru Bimbingan Konseling (BK) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Model Palembang. Tidak menyalahkan kalau ia menyukai soal-soal psikotes karena memang terlihat dalam kesehariannya ia pintar menyelasikan masalah yang di hadapi siswa.

Sedikit memberikan jawaban, menjawab soal bergambar harus memainkan logika. Ikuti perintah soal dan cocokan soal gambar dengan jawabannya biasanya bermain kesesuaian dan keseimbangan gambar. “kalau menghadapi soal seperti ini tidak bisa dengan kata-kata kita harus melihat gambarnya” pungkasnya. (tgh)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.545355 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 3678804
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.