Sabtu, 11 Mei 2013, 06:58 –
H. KHAERI MEMINTA PEGAWAI K1 DAN K2 WASPADAI PENIPUAN

OKU Selatan-Humas.

Usai menyelesaikan masa uji publik dan pemberkasan Pegawai Honorer Kategori Dua (K2), Hari ini (Jumat,10/5) giliran pegawai honorer yang tergabung dalam Kategori Satu (K1) yang melakukan pemberkasan di kantor Kemenag OKU Selatan. Lebih kurang ada 16 orang pegawai honorer K1 yang mulai melakukan pemberkasan.

Terkait pemberkasan pegawai honorer K1, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. OKU Selatan Drs. H. Khaeri, M.Pd.I, M.Si pagi ini berkesempatan mengumpulkan Kepala madrasah di lingkungan Kemenag OKUS untuk diberikan pengarahan. Sebab dari 16 orang pegawai yang dinyatakan lulus dan masuk dalam daftar Kategori Satu tersebut seluruhnya adalah tenaga pendidik pada madrasah negeri di lingkungan Kemenag OKUS.

Di hadapan para Kepala Madrasah negeri, H Khaeri yang dampingi oleh Kasubbag TU Drs. Firdaus, Kasi Pendidikan Madrasah Khairuddin, S.Pd, dan Kasi Pakis Edi Basuki, S.Ag meminta para kepala madrasah yang madrasahnya terdapat pegawai yang masuk daftar K1, agar terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Kemenag OKUS. Terlebih apabila menyangkut informasi-informasi yang berkenaan dengan masalah proses verifikasi K1 menjadi CPNS. Sebab menurut H. Khaeri, baik pegawai yang masuk dalam daftar K1 maupun K2 sangat rawan menjadi sasaran penipuan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sementara itu, terhadap para pegawai honorer yang masuk dalam daftar K1 dan K2, H. Khaeri berpesan agar berhati-hati terhadap oknum yang tidak dikenal, atau yang mengatas-namakan sebagai pejabat atau pegawai Badan Kepegawaian Negara (BKN), yang meminta sesuatu kepada honorer K1 atau K2, tanpa melalui Kantor Kemenag Kab. OKUS.

“Jangan sekali-kali percaya terhadap informasi yang datang dari seseorang yang mengaku sebagai pejabat atau pegawai BKN ataupun sebagai pejabat Kemenag Pusat, terkait langkah saudara untuk memperoleh status CPNS. Apalagi orang tersebut meminta anda mengirimkan sejumlah uang sebagai syarat administrasi. Sebab tidak mungkin pegawai BKN Pusat langsung menghubungi anda apabila ada masalah dengan berkas-berkas yang anda kirim.

Semua ada aturan dan prosedurnya, jika memang berkas yang anda kirim bermasalah, maka yang akan dihubungi oleh BKN bukan anda langsung, tetapi yang dihubungi oleh BKN pertama kali adalah Kanwil, setelah itu Kanwil baru menginformasikannya pada kami yang ada di Kankemenag kab./kota.

Jadi, rujukan anda untuk bertanya selama proses verifikasi pemberkasan anda adalah kami. Untuk itu bila ada permasalahan-permasalahan, silahkan kalian menghubungi saya langsung, atau kalau tidak anda bisa menghubungi Kasubbag TU, atau Kasi Kependais sebab merekalah sumber-sumber yang bisa kalian percaya”. Papar H. Khaeri.

Di Akhir pesannya, H. Khaeri meminta agar para pegawai yang masuk dalam daftar K1 sesegera mungkin mempersiapkan, mengumpulkan, melengkapi berkas-berkas yang akan dikirim ke Pusat sejak sekarang. Sebab berdasarkan surat Kanwil Kemenag Sumsel, berkas tersebut mereka terima paling lambat Selasa 14 Mei mendatang. (Joe).

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.015531 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.68
Jumlah pengunjung: 3566966
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.