Jumat, 18 Januari 2013, 04:22 –
229 SISWA MAN PAGAR ALAM TERIMA BSM

Pagar Alam-Humas,

Setelah Pemerintah menetapkan kebijakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagai salah satu pendukung untuk menuntaskan program Wajar Dikdas 9 Tahun, ternyata kebijakan BOS tersebut belum mampu menjamin seluruh masyarakat untuk dapat sekolah, terutama bagi anak-anak usia sekolah yang berasal dari keluarga miskin.

Kepala MAN Pagar Alam, Silahudin, S.Ag disela-sela pembagian BSM mengatakan bahwa pemerintah juga memberikan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diberikan kepada MI dan MTs maupun lembaga penyelenggara Wajar Dikdas setara MI dan MTs.

Namun bantuan ini, ujarnya hanya mampu mengurangi beban biaya pendidikan yang harus dikeluarkan masyarakat, tetapi tidak mampu untuk membebaskan seluruh biaya pendidikan, sehingga banyak siswa miskin yang tidak sanggup atau melanjutkan pendidikannya karena harus mengeluarkan biaya untuk buku, transportasi, seragam madrasah, sepatu, buku tulis atau biaya lainnya yang tidak dapat dipenuhi dari dana BOS. Sementara kita semua melihat bahwa mayoritas siswa madrasah berasal dari keluarga kurang mampu bahkan dapat dikategorikan miskin.

Untuk mencegah terjadinya anak putus sekolah yang disebabkan faktor ketidakmampuan ekonomi dan sekaligus menarik anak usia sekolah yang tidak sekolah agar masuk sekolah serta dalam rangka pemberian akses yang lebih besar kepada kelompok masyarakat yang selama ini kurang terjangkau oleh pendidikan, Kementerian Agama melalui APBN menetapkan program “Bantuan Beasiswa Siswa Miskin” yang diberikan kepada sebagian siswa miskin di tingkat MI/MTs/MA, walaupun jumlah siswa yang mendapatkan bantuan ini masih sangat terbatas.

Program “Bantuan Beasiswa Siswa Miskin” ini dananya berasal dari APBN yang diserahkan kepada Kanwil masing-masing sebagai wujud tanggung jawab Pemerintah dalam rangka meningkatkan akses pendidikan yang lebih luas, sehingga terjangkau oleh masyarakat ekonomi lemah khusunya bagi siswa yang berada pada madrasah swasta. Bagi siswa miskin yang berada pada madrasah negeri, program Bantuan Beasiswa Siswa Miskin (BSM) ini telah dialokasikan pada masing-masing DIPA madrasah negeri sebagai satuan kerja.

“program Bantuan Beasiswa Siswa Miskin ini diharapkan dapat membantu sebagian siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu/miskin di lingkungan madrasah dalam membiayai sebagian kebutuhan pendidikannya, sehingga dapat menyelesaikan pendidikannya,“harapnya.

Dan bahkan lanjut Silahudin, BSM membantu siswa dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Dan setelah setahun yang lalu BSM di bagikan kepada siswa/i MAN Pagar Alam hari ini siswa/i MAN Pagar Alam yng kurang mampu dapat merasakan kembali bantuan BSM yang langsung di bagikan oleh Kepala MAN Pagar Alam.

Untuk penerima BSM ini harus memenuhi beberapa kriteria yang sudah di tetapkan. Seperti surat keterangan tidak mampu dari pemerintah setempat hingga penilaian terhadap keaktifan siswa di sekolah dan prestasi yang di raih.

Dalam penyerahan bantuan BSM ini juga di hadiri oleh Bendahara dan Komite Sekolah dengan jumlah penerima BSM tahun ini sebanyak 229 siswa/i MAN Pagar Alam.

”Saya harap bantuan BSM di gunakan dengan sebaik-baiknya, jangan di gunakan untuk keperluan di luar keperluan sekolah. Ya paling tidak penuhi dulu kebutuhan wajib di sekolah seperti buku dan keperluan pendukung lainnya,” Ujar Silahudin,S.Ag.(ind)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.008960 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 3665438
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.