Senin, 22 Oktober 2012, 15:03 –
MADRASAH SWASTA DI SUMSEL TERIMA BANTUAN REHAB RP95 JUTA

Palembang-HumasPemerintah melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendis Kemenag RI memberikan bantuan rehabilitasi ruang belajar untuk 101 madrasah tingkat tsanawiyah dan ibtidaiyah yang ada di Sumsel. Setiap madrasah menerima bantuan sebesar Rp95.200.000.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Madrasah dan Pendidikan Agama (Mapenda) Islam Kanwil Kemenag Sumsel, Drs Ahmad Fauzie SE, M.Si, pada pembukaan Sosialisasi Penerima Bantuan Rehabilitasi Sekolah di Aula Kanwil, Senin (22/10) pagi. “Setiap sekolah menerima bantuan untuk rehabilitasi berat satu ruang belajar dengan dana Rp95.2000.000,” tegas Fauzie.

Menurut Fauzie, pihaknya sengaja mengumpulkan para kepala madrasah swasta untuk mengikuti sosialisasi dengan tujuan agar mereka mengerti cara menyusun laporan pertanggungjawaban atas dana bantuan yang diberikan. “Mereka diberi penjelasan tentang penggunaan dan teknis pelaksanaan rehab, langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) RA/BA pada Subdit Sarana Prasarana Ditjen Pendis Kemenag RI, Dra Hj Sakdiah M.Pd,” tuturnya.

Dalam sosialisasi ini, lanjut Fauzie, pihaknya melakukan verifikasi kelengkapan data madrasah calon penerima. Seperti nomor pokok wajib pajak (NPWP), nomor rekening, serta rencana anggaran biaya (RAB) dan analisis bangunan oleh Dinas Pekerjaan Umum di mana madrasah penerima terletak.

Kakanwil Kemenag Sumsel Drs H Najib Haitami MM dalam pengarahannya berharap, dana bantuan ini bisa digunakan sebaik mungkin untuk membenahi madrasah. Dia juga meminta para kepala madrasah memberikan laporan pertanggungjawaban dengan baik dan benar. “Pemerintah telah membantu madrasah dengan mengucurkan dana. Bapak/Ibu juga harus membantu pemerintah, dengan cara membuat laporan yang lengkap dan komperhensif atas penggunaan dana bantuan tersebut,” tegas Najib.

Dalam kesempatan itu, Najib juga menegaskan bahwa setiap ada bantuan dari pemerintah untuk madrasah, pihaknya akan mengirim surat resmi dan memanggil madrasah yang bersangkutan. “Jadi bila ada yang menelepon dengan mengatasnamakan Kakanwil atau siapa saja untuk memberi bantuan dana, itu bisa dipastikan modus penipuan. Bila ada bantuan, kita pasti memanggil Bapak/Ibu dan mengadakan sosialisasi seperti ini. Jangan sampai Bapak/Ibu tertipu dengan maksud jahat orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” pesannya. (qudus)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.014167 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.54
Jumlah pengunjung: 3966703
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.